Home > Article > Penggunaan Matrial Gypsum
 
 

 
 
 
 

Penggunaan Matrial Gypsum

Dengan semakin mahalnya harga kayu akhir-akhir ini, semakin menaikkan pamor gypsum karena bisa dianggap sebagai pengganti untuk bagian-bagian tertentu dari rumah ataupun kantor. Gypsum biasa digunakan mulai dari rumah sederhana sampai rumah mewah. Selain itu, bahan gypsum bisa membuat plafon rumah menjadi lebih indah. Harganya pun relatif bersaing bila dibandingkan dengan jenis bahan lain dengan fungsi yang sama. Kelebihan dari gypsum juga lebih fleksibel untuk dibentuk sesuai dengan keinginan perancang, selain memiliki daya tahan dan tingkat stabilitas tinggi. Penggunaan interior gypsum sangat cocok untuk memperindah tampilan awal dari interior bangunan. Tak heran kalau gypsum semakin diminati.

Alasan lain orang memilih gypsum, karena jika terkena bercak, maka cukup bagian yang terkena saja yang perlu dipotong dan dapat di tambal kembali. Tidak seperti bahan dasar yang terbuat dari triplek, di mana mempunyai kelemahan pada saat terjadi kebocoran maka akan timbul flek cokelat pada langit-langit tersebut, kadang juga menggelembung dan pada saat penggantian maka akan harus mengganti triplek tersebut selembar, tidak bisa hanya pada bagian yang terkena flek saja.

Di sisi lain papan gypsum dapat dipasang pada rangka kayu, metal atau konstruksi batu bata. Penggunaan produk tersebut aman, tidak merusak lingkungan dan tidak berbahaya, ekonomis, sesuai untuk berbagi ukuran penyelesaian, ringan, mudah pemasangannya dengan hasil akhir yang rata, tahan api, kedap suara dan ketersediaan berbagai pilihan sistem. Sebagai bahan mendekorasi plafon, gypsum diklaim unggul dari bahan lainnya. Selain dari tampilan jelas lebih indah dan bersih, pada plafon gypsum tidak akan terlihat garis antar sekat walau di bidang yang luas.

Pada umumnya Gypsum digunakan untuk bagian-bagian bangunan seperti :

1. Dinding / Partisi
Belakangan fungsi gypsum sudah berkembang. Gypsum tidak hanya digunakan untuk dekorasi langit-langit ruangan. Bahan ini juga digunakan sebagai elemen dinding menunjang fungsi ruang yang diinginkan. Biasanya gypsum dipakai untuk dinding partisi seperti sekat kamar dan lining wall (penutup tembok). Hanya saja gypsum tak bisa diaplikasikan untuk eksterior, kolom dinding atau penahan beban. Gypsum itu memang hanya untuk elemen interior yang tidak berkaitan dengan struktur bangunan.

Terkait urusan desain, papan gypsum nyatanya bisa berpadu dengan gaya rumah dengan model apapun. Baik itu klasik, minimalis, modern, simpel, dan sebagainya. Maka tidaklah mengherankan kalau gypsum dewasa ini telah banyak digunakan untuk keperluan dekorasi interior. Selain karena harganya bisa jauh lebih murah daripada triplek atau bahan beton, cara pemasangannya juga mudah, cepat, serta praktis sehingga dapat menghemat waktu.

Dalam hal finishingnya, gypsum jelas lebih murah. Hanya cukup diberi cat tembok dan tak perlu diflamir. Oleh karenanya, pada saat terjadi lonjakan harga kayu, alternatif pilihan terbaik untuk dekorasi interior adalah papan gypsum. Hanya ada hal lain yang mungkin mengganggu, yakni masalah noda jamur akibat lembab. Namun tidak perlu khawatir, karena bisa diatasi melalui penanganan sederhana yakni mengolesinya dengan menggunakan cat minyak. Tunggu beberapa saat agar kering, setelah itu lapisi dengan cat tembok dan permukaan gypsum akan nampak indah kembali seperti sebelumnya. Keuntungan lainnya adalah jika mesti dibongkar, papan gypsum itu bisa dapat digunakan kembali. Cukup dengan mendempul bagian yang berlubang bekas paku atau mur, gypsum bisa difungsikan kembali tanpa perlu mengeluarkan biaya ekstra. Dengan keunggulan yang dimiliki, tak heran kalau gypsum memang diminati sepanjang masa.

2. Plafon

Plafon awalnya hanya berfungsi sebagai peredam kebisingan suara serta peredam panas yang berasal dari sinar matahari yang mengenai atap. Hanya saja, seiring perkembangan waktu dan tren, kini plafon menjadi bagian elemen yang berfungsi sebagai pemanis tampilan hunian. Melalui pemilihan material yang sesuai dengan konsep rumah serta pengelolaan sedemikian rupa, kehadiran plafon akan memberikan kesan berbeda pada hunian. Termasuk dalam hal pemberian sentuhan border serta pencahayaan buatan pada beberapa bagian plafon.

Saat berbicara tentang model plafon apa yang paling tepat untuk diaplikasikan pada sebuah hunian tentu saja tergantung selera pemilik rumah. Hanya saja, model yang dipilih sebaiknya sesuai dengan konsep rumah sebagai bangunan induk utama. Hunian dengan konsep tradisional contohnya. Sentuhan kayu pada material kayu ekspose tentu saja lebih cocok untuk dipilih. Sebaliknya, hunian berkonsep modern akan terlihat lebih manis dengan kehadiran plafon dengan material yang tampilannya lebih gampang disesuaikan dengan bangunan induk. Material gypsum misalnya, bila dulu material ini lebih banyak digunakan sebagai penyekat atau partisi, belakangan ini kehadiran gypsum sebagai material plafon makin digemari.

Hal tersebut tentu saja tidak mengherankan. Selain murah, gypsum juga lebih mudah dibentuk dan terlihat lebih bersih dibandingkan material lain. Sebab, dalam aplikasinya, gypsum tak akan meninggalkan nat atau garis batas antar papan seperti pada plafon berbahan triplek (plywood) meski gypsum dipasang pada bidang yang lebar sekalipun. "Variasi yang bisa diciptakan material gypsum juga lebih banyak. Melalui pemasangan yang sempurna akan memunculkan kesan mewah pada hunian bersangkutan. Sebut saja penambahan list atau border pada batas plafon dengan dinding atau sentuhan motif sebagai point of interest.

Mudahnya pembentukan dan pemberian sentuhan variasi pada plafon berbahan gypsum juga membuat material ini cocok diaplikasikan pada semua konsep hunian. Mulai model minimalis, klasik, mediterania, dan sebagainya. Tinggal bagaimana menyesuaikan model plafon dengan konsep rumah yang telah ada.

 

 
 

Plafon Gypsum, Plafon Acoustic & Partisi Gypsum